Tampilkan postingan dengan label Informasi Gunung-Gunung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi Gunung-Gunung. Tampilkan semua postingan

Juli 06, 2014

 Gunung Dempo merupakan gunung yang terletak di perbatasan Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Bengkulu, tepatnya di Kota Pagaralam. Selain tinggi Dalam artikel ini, kami akan membahas hal-hal menarik mengenai Gunung Dempo ini yang kami kutip dari salah tim Penjelajahan Sadagori 2014. 

  1. Gunung Dempo memiliki ketinggian 3159 mdpl. Gunung-gunung di Indonesia yang memiliki ketinggian di atas 3000 mdpl cenderung memiliki daya tarik tersendiri bagi para pendaki dan penjelajah gunung. Selain medan yang dilalui cukup menantang, terdapat hadiah berupa pemandangan yang indah dari atas puncaknya.
  2. Gunung Dempo merupakan salah satu dari sedikitnya gunung yang masih ‘jarang’didaki. Pendataan mengenai Gunung Dempo yang relatif masih sulit untuk dicari sekiranya membuktikan bahwa Gunung Dempo masih jarang didaki, tidak seperti beberapa gunung di atas 3000 mdpl lainnya. Karena masih jarang didaki, Gunung Dempo tentunya lebih bersih dari sampah-sampah pendaki yang tidak mementingkan kebersihan. 
  3. Adanya potensi wisata Gunung Dempo memiliki kawah yang belum terlalu dikenal oleh masyarakat. Keindahannya pun tidak kalah bagus dengan gunung-gunung lainnya yang terkenal dengan kawah dan tempat-tempat wisatanya.
  4. Termasuk ke dalam kawasan PTPN VII Gunung Dempo juga merupaka kawasan PTPN VII yang memungkinan besar dapat dijadikan sebagai tujuan company visit. 
  5. Medan perjalanan yang menantang “Harus dicoba medan jalurnya, mantap banget.” ujar Firdarani, anggota tim Penjelajahan Sadagori 2014. 
  6. Memiliki dua puncak kembar Gunung Dempo memiliki dua puncak kembar yang ditengahnya terdapat pelataran atau semacam dataran yang sangat luas. Para pendaki dapat memanfaatkan pelataran ini untuk beristirahat sekaligus menikmati pemandangan dari ketinggian 3000 mdpl. Selain itu, di pelataran ini pun terdapat telaga yang dapat dijadikan sumber air. 
  7. Hampir di setiap pos terdapat sumber air Salah satu permasalahan yang paling sering dan fatal dialami oleh para pendaki gunung adalah sulitnya mencari sumber air. Namun, para pendaki dapat dengan mudahnya menemukan sumber air di Gunung Dempo karena hampir di setipa pos yang melalui KMP IV terdapat sumber air.

Agustus 06, 2012


Kini sudah tidak ada lagi kita bisa menemukan keberadaan kelompok kambing hutan dan kijang di bentang hutan lindung Bukit Panjang Rantau Bayur (Bujang Raba) di Senamat Ulu.

Jambi (ANTARA News) - Pejabat Pemerintahan Desa Senamat Ulu Kabupaten Bungo mengungkapkan saat ini keberadaan satwa langka khas Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) seperti kambing hutan, rusa dan kijang tidak dapat ditemui lagi.

"Kini sudah tidak ada lagi kita bisa menemukan keberadaan kelompok kambing hutan dan kijang di bentang hutan lindung Bukit Panjang Rantau Bayur (Bujang Raba) di Senamat Ulu tersebut, kini sudah habis dikonversi hingga lebih 30 hektar," kata Rio atau Kades Senamat Ulu, Jefri SPd I di Jambi, Rabu.

Padahal, kata Jefri, hutan lindung Bujang Raba adalah hutan berstatus hutan konservasi sebagai penyangga TNKS.

"Dulu ada banyak satwa langka yang sampai bermain masuk ke kampung kita seperti kijang, rusa, beruang bahkan kambing hutan, datang bahkan berbaur dan bermain dengan ternak warga, kini semua hewan itu sudah tidak pernah lagi terlihat semenjak 2009 lalu Bujang Raba di tebang perusahaan Malaka Agro Perkasa (MAP) dan dua perusahaan grupnya," ujar Jefri.

Sebagai hutan lindung penyangga TNKS satwa-satwa TNKS memang memiliki teritorial sampai ke Desa Senamat Ulu dan 7 desa di sekitarnya, termasuk merupakan teritorial bagi satwa Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumtrea).

Karena terdesak, maka satwa herbivora termasuk kambing hutan lari masuk ke dalam hutan TNKS, sementara predator dan karnivora seperti harimau tidak bisa kembali masuk ke dalam hutan TNKS tersebut karena di dalam telah ada harimau lain.

"Harimau yang memiliki wilayah jelajah sampai 20 kilometer itu terdesak menghadapi dilema yang sulit, jika memilih masuk ke hutan TNKS maka mereka berisiko harus bertarung mati-matian dengan harimau lain yang lebih dulu berada di tempat itu," kata Jefri.

Sementara, tambah dia, jika mereka bertahan atau keluar dari kawasan yang dikonversi maka mereka akan terjebak masuk ke dalam kebun-kebun karet dan sawit milik warga yang berisiko terjadinya konflik dengan manusia.

(ANT-144)
Editor: Ella Syafputri
Sumber : Antara

Agustus 04, 2012






Taman Nasional Gunung Halimun Salak berisi hamparan pepohonan yang rapat mendominasi pemandangan. Kabut kerap menutupi puncak dan lereng.


Kawasan Gunung Halimun-Salak berpotensi digarap jadi objek wisata alam. Lokasi yang bisa ditempuh empat hingga lima jam dengan mobil dari Jakarta ini bisa menjadi alternatif selain kawasan Puncak, Bogor.


Apalagi, melalui rencana tata ruang wilayah Bogor, hutan lindung puncak bakal hilang akibat alih fungsi lahan. Dibutuhkan pengelolaan berkelanjutan agar ekowisata di Halimun Salak menguntungkan warga dan minim gangguan ekosistem.


Saat mengikuti survei udara yang dilakukan Sustanaible Management Group (SMG) dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Rabu (25/7), hamparan pepohonan yang rapat mendominasi pemandangan. Kabut kerap menutupi puncak dan lereng pegunungan.


"Woaw, this is amazing," kata Hitesh Maketa, pakar perencanaan lanskap asal AS. Penerbangan juga diikuti Nigel Tucker, ahli biodiversitas flora asal Australia.


Tampak pula hamparan perkebunan teh serta sawah yang berimpitan dengan kawasan hutan konservasi. Menjelang mendarat di lapangan Desa Lebak Sangka, Lebak, Banten, tampak ratusan tenda sepanjang aliran sungai yang dihuni para petambang emas.


SMG bersama Kementerian Kehutanan melibatkan Aneka Tambang (perusahaan tambang emas di TNGHS) serta warga setempat menggarap Pusat Konservasi Keanekaragaman Hayati (PKKH).




Chairman SMG David Makes yang juga Ketua Asosiasi Pariwisata Alam Indonesia menjelaskan, PKKH membuat TNGHS menjadi pusat pendidikan, penelitian, wisata, dan jasa lingkungan. Warga diberdayakan agar mampu mengintensifkan pemakaian lahan.


Kepala TNGHS Agus Priambudi yang ditemui di Kampung Sukagalih, Kecamatam Kabandungan, Sukabumi, mengatakan sangat mendukung penyusunan rencana induk PKKH.
(Zika Zakiya)


Sumber : National Geographic Indonesia




Agustus 03, 2012




QUEENSLAND, KOMPAS.com - Upaya penelitian dengan mengebor dasar laut Antartika membuahkan hasil yang tak terduga. Ilmuwan menemukan bahwa hutan hujan tropis terdapat di Antartika 52 juta tahun yang lalu.


Dalam studi tersebut, dengan jalan pengeboran di wilayah timur Antartika, ilmuwan menemukan fosil pollen milik tanaman tropis yang menutupi benua Antartika pada masa Eocene, sekitar 34 - 56 juta tahun yang lalu.


Kevin Welsh, peneliti asal Australia yang melakukan riset tahun 2010 mengungkapkan, analisis molekul yang sensitif temperatur yang dilakukan menunjukkan bahwa temperatur Antartika sangat hangat 52 juta tahun lalu, sekitar 20 derajat Celsius.


"Dulu ada hutan di daratan, tak akan mungkin ada es, saat itu akan sangat hangat," kata Welsh seperti dikutip AFP, Kamis (2/7/2012). 


"Ini cukup meyakinkan, sebab pastinya imajinasi kita tentang Antartika adalah lingkungan yang dingin dan penuh es," tambah Welsh.


Welsh menuturkan, level karbon dioksida (CO2) di atmosfer diperkirakan menjadi faktor pemicu adanya hutan hujan tropis di Antartika. Kadar CO2 saat itu diperkirakan mencapai 990 hingga beberapa ribu ppm (parts per million).


Sebagai perbandingan, CO2 saat ini diperkirakan sekitar 395 ppm. Prediksi paling ekstrim dari Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC) menjelaskan bahwa es akan sangat surut di Antartika pada akhir abad ini.


Welsh meng merupakan pakar palaeoklimatologi menjelaskan, penemuan kali ini sangat penting untuk memahami dampak perubahan iklim, terutama menjelaskan seberapa banyak air yang disimpan di Antartika dalam bentuk es di permukaannya.


"Ini menunjukkan bahwa jika kita melewati periode dimana konsentrasi CO2 di atmosfer makin tinggi, sangat mungkin akan ada perubahan dramatis di area yang sangat penting dimana es eksis ini," papar Welsh.


"Kalau kita kehilangan banyak es di Antartika maka kemudian kita akan melihat perubahan dramatis pada ketinggian permukaan laut di seluruh planet ini," tambahnya.


Kehilangan es dan permukaan air laut naik akan menyebabkan banyak daratan hilang. Selain itu, Bumi juga kehilangan salah satu mekanisme pendinginan suhu lewat es. 


Es di Antartika bagian timur diperkirakan memiliki ketebalan hingga 3-4 km. Es ini mulai terbentuk sejak 34 juta tahun lalu. 


Hasil riset ini dipublikasikan di jurnal Nature, Kamis kemarin.


Sumber :AFP
Editor :Asep Candra
Sumber Gambar : Puyol

Agustus 02, 2012





Sukabumi  - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), sejak pukul 00.00 WIB Rabu (1/8), melarang aktivitas pendakian ke dua gunung yang berada di wilayah tiga kabupaten itu.


"Seluruh kegiatan yang menyangkut pendakian secara resmi kami tutup sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Balai Besar TNGGP nomor SK.234/11-TU/3/2012 tanggal 17 Juli 2012 tentang penutupan pendakian," kata Kepala BBTNGGP, Agus Wahyudi kepada ANTARA, Rabu.


Menurut Agus, sejak Rabu pagi, para pendaki sudah meninggalkan lokasi pendakian baik yang berada di puncak maupun yang di jalur pendakian. Selain itu, seluruh pendaki dikawal oleh petugas TNGGP saat turun gunung khawatir ada pendaki yang tertinggal atau tersasar.


Sekarang Gunung Gede dan Pangrango sudah tidak ada lagi aktivitas pendakian, tetapi hanya warga sekitar saja yang diperbolehkan mendaki gunung untuk mencari kayu bakar. "Penutupan ini kami lakukan selama satu bulan penuh di Agustus ini sejak 1 Agustus sampai 31 Agustus," tambahnya.


Dikatakannya, penutupan sementara aktifitas pendakian ini dalam rangka pemulihan ekosistem dan pencegahan kebakaran hutan. Selain itu untuk memberikan kesempatan kepada flora dan fauna disepanjang jalur pendakian untuk pemulihan kondisi dan adanya peringatan dari BMKG bahwa curah hujan pada Agustus sangat rendah sehingga memungkinkan timbulnya bencana kebakaran hutan.


"Kami pun memperketat di pintu masuk pendakian yakni Pintu Cibodas, Cianjur, Pintu Gunung Putri, Bogor dan Pintu Selabintana, Sukabumi, yang tujuannya untuk mengantisipasi adanya pendaki yang nekad menerobos masuk ke Gede dan Pangrango," kata Agus.


Namun, untuk kegiatan wisata lainnya seperti wisata air terjun Cibeureum di Cibodas, Curug Cibeureum di Selabintana, Situ Gunung di Sukabumi dan lain sebagainya, masih terbuka untuk umum."Kami pun mengimbau kepada warga atau wisatawan yang datang ke lokasi wisata lainnya untuk tetap menjaga kondisi kebersihan dan keamanan obyek wisata," demikian Agus. 

Editor: Suryanto
Sumber : Antara

Oktober 04, 2011




Gunung es di Austria menyusut secara dramatis musim panas ini, yang paling besar sejak udara sangat panas pada 2003, terutama karena sedikitnya jumlah salju pada musim dingin lalu, kata beberapa ilmuwan.

Gunung es Goldbergkees di Alpen, misalnya, rata-rata dua meter lebih tipis dibandingkan dengan kondisinya pada 2010. Gunung es itu kehilangan sebanyak tujuh persen massanya, kata lembaga meteorologi nasional ZAMG.

Gunung api biasanya menyusut selama musim panas dan bertambah lagi pada musim dingin, dan dalam beberapa tahun belakangan lebih banyak es telah mencair dibandingkan dengan yang telah menggantikannya. Namun tahun ini, hilangnya lapisan es sangat mencolok, kata ZAMG.

"Kendati musim panas 2011 tidak terlalu panas, kehilangan lapisan es itu sama banyaknya dengan yang terjadi selama musim panas 2003," ahli iklim Berhard Hynek.

Tingkat es jauh lebih sedikit daripada kondisi normal di Alpen timur, setelah udara sangat panas dan musim dingin yang kering. Di Hoher Sonnblick, yang memiliki ketinggian 3.000 meter, misalnya, tingkat tersebut hanya dua-pertiga dari kondisi rata-rata 80 tahun pada 1 Mei.

Gletser di gunung dan lapisan salju di kedua belahan Bumi telah merosot dalam beberapa dasawarsa belakangan akibat perubahan iklim Bumi, yang diduga oleh banyak ilmuwan disebabkan oleh peningkatan buangan gas rumah kaca.

Sumber : Antara

Agustus 31, 2011

Pihak berwenang Nepal memerintahkan pengukuran ulang Gunung Everest untuk mengakhiri "kebingungan" mengenai ketinggian tepatnya gunung tertinggi dunia itu, demikian diumumkan seorang pejabat Nepal.


Catatan resmi ketinggian Gunung Everest selama ini adalah 8.848m.

Tetapi Cina dan Nepal sudah lama terlibat perbedaan pendapat mengenai ketinggian gunung itu.
Cina mengatakan ketinggian gunung itu harus diukur berdasarkan tingginya batu di puncak gunung. Nepal mengatakan ketinggian itu harus berdasarkan ketinggian salju yang menyelimuti puncaknya - sehingga ukuran bertambah empat meter. Gunung tertinggi di dunia itu melintasi perbatasan kedua negara. Tahun lalu kedua negara sepakat bahwa Gunung Everest harus diakui memiliki ketinggian 8.848m.

Tetapi juru bicara pemerintah Nepal Gopal Giri mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa selama pembicaraan perbatasan antara kedua negara, para pejabat Cina sering menggunakan ketinggian berdasarkan batu.

Perdebatan lama

"Kami telah memulai proses pengukuran kembali untuk menjernihkan kebingungan ini. Sekarang kami memiliki teknologi dan sumber daya, kami bisa mengukurnya sendiri," kata Giri.
"Ini adalah pertama kalinya pemerintah Nepal mengukur sendiri ketinggian gunung itu."
Dia mengatakan akan didirikan sejumlah pos di beberapa titik lokasi dengan menggunakan sistem posisi global (GPS), dan proses mengukur puncak akan memakan waktu dua tahun.
Para pengamat mengatakan walaupun ribuan orang pernah mendaki gunung itu sejak pendakian pertama tahun 1953 oleh Sherpa Tenzing Norgay dan Edmund Hillary, ketinggian gunung selalu diperdebatkan sejak pengukuran pertama tahun 1856.
Ketinggian gunung yang saat ini diterima luas adalah 8.848m yang dilakukan oleh tim dari India tahun 1955.

Tetapi para ahli geologi mengatakan perkiraan ketinggian gunung itu oleh kedua negara bisa saja salah.

Mereka mengatakan gunung itu semakin terdorong tinggi karena India sedikit demi sedikit tertekan turun lebih rendah dari Cina dan Nepal akibat pergeseran lempeng-lempeng benua.
Pada bulan Mei 1999 satu tim dari Amerika menggunakan teknologi GPS untuk mengukur ketinggian Gunung Everest, yaitu 8.850m - ukuran yang sekarang secara resmi digunakan oleh US National Geographic Society, walaupun ukuran itu belum diterima secara resmi oleh Nepal.

sumber ; BBC Indonesia

Agustus 24, 2011

Pendaki gunung Gerlinde Kaltenbrunner asal Austria menjadi perempuan pertama di dunia yang menaklukkan seluruh 14 puncak gunung di Himalaya yang rata-rata berketinggian 8.00 meter di atas permukaan laut tanpa bantuan oksigen.


"Puncak ditaklukkan, pada pukul 6.18 waktu setempat. Gerlinde mencapai puncak K2," kata suami Kaltenbrunner, Ralf Dujmovits melalui situs resmi sang istri. Kaltenbrunner, 40, yang sehari-hari adalah seorang perawat, adalah perempuan ketiga di dunia yang mencapai seluruh 14 puncak gunung di Himalaya. Bedanya, Kaltenbrunner melakukannya tanpa oksigen buatan sementara dua pendaki perempuan lainnya masih menggunakan bantuan tabung oksigen. "Dia tengah berada di bulan," kata Dujmovits mengutip perkataan istrinya. Sebelumnya,

Kaltenbrunner sudah enam kali mencoba menaklukkan K2 yang berketinggian 8.611 meter dari permukaan laut itu namun selalu gagal. Akhirnya, pada percobaan ketujuh, Kaltenbrunner yang ditemani pendaki Kazakhstan, Maxut Zumaye dan Vassiliy Pivtsov dan Darek Zaluski dari Polandia, sukses menyelesaikan misinya.

Tim Kaltenbrunner sudah mempersiapkan pendakian ini sejak dua bulan lalu untuk menaklukkan gunung tertinggi kedua di dunia setelah Mount Everest, namun dianggap gunung paling berbahaya. Mereka berencana menaklukkan gunung ini dari sisi Cina di sebelah utara untuk pertama kalinya. Sebelumnya, Kaltenbrunner selalu mencoba mendaki gunung ini dari sisi Pakistan. Pada Selasa (23/8) pagi waktu setempat, tim ini membatalkan percobaan pertama mencapai puncak karena suhu yang terlalu dingin. Tim kemudian men coba lagi setelah udara cukup cerah tanpa awan yang sangat membantu pandangan mereka. Dujmovits, yang selalu memperbarui informasi soal pendakian di situs istrinya itu, terus memantau perkembangan tim melalui radio dan teropongnya.

Setelah berhasil menaklukkan puncak K2, Kaltenbrunner dan timnya kembali turun pada Selasa malam. Dalam situsnya, Kaltenbrunner mengatakan sangat bahagia bisa mencapai puncak di tengah kondisi pendakian yang sulit namun dibantu cuaca yang sempurna.

Pada 2009, nama Kaltenbrunner mulai dikenal setelah dia nyaris menjadi perempuan pertama dunia yang mencapai ketinggian 8.000 meter. Saat itu dia kalah dalam perlombaan yang melibatkan tiga pendaki gunung. Pendaki Korea Selatan, Oh Eun Sun terlebih dulu mencapai puncak yang kemudian disusul pendaki Spanyol, Edurne Pasaban. Keraguan atas kemampuan Kaltenbrunner muncul ketika Oh akhirnya benar-benar menaklukkan puncak Gunung Kanchenjunga.

Dan, keberhasilan Kaltenbrunner menaklukkan K2 mengakhiri petualangan Kaltenbrunner yang sudah dimulai sejak Mei 1998 lalu. Keberhasilan ini sangat membanggakan Austria, bahkan Presiden Heinz Fischer menyebut kesuksesan ini sebagai hasil sebuah upaya yang luar biasa.
Menurut catatan, orang pertama di dunia yang mampu menaklukkan seluruh 14 puncak gunung Himalaya adalah pendaki Italia, Reinhold Messner, tahun 1986.

10 ekspedisi terakhir Kaltenbrunner
2010 April/Mei – Everest, Tibet (via jalur timur laut)
2009 July/Agustus - K2, Pakistan(via Rute Cesen sampai 8,300m)
2009 Mei – Lhotse, Nepal(8.516 m)
2008 Mei – Dhaulagiri, Nepal(8.167 m)
2007 Juli/Agustus – K2, Pakistan(sampai 8.100m)
2007 Juli/Agustus – Broad Peak, Pakistan (8.047m)
2007 April/Mei – Dhaulagiri, Nepal(gagal pada 7.400m)
2006 Mei- Lhotse, Nepal(gagal pada 8.400m)
2006 April / Mei – Kangchenjunga, Nepal(8,595 m)
2005 Juni/Juli – Gasherbrum, Pakistan (8035 m)

sumber : BBC Indonesia

Februari 21, 2011


Berdasarkan data yang dirilis oleh Yayasan Lupus Indonesia, penderita Lupus yang terdeteksi di Indonesia jumlahnya terus meningkat. Pada tahun 1998, penderita Lupus mencapai 586 orang dan pada tahun 2006 meningkat pesat menjadi 7.693 orang. Berarti penderita lupus di Indonesia bertambah sekitar 800 orang pertahun. Data terakhir yang diperoleh adalah pada tahun 2010 terdapat 10.314 odapus dan 9 dari 10 adalah perempuan.

Di masyarakat Indonesia, Lupus merupakan penyakit yang langka dengan jumlah relatif sedikit, dan pada umumnya masyarakat kita tidak banyak mengetahui penyakit ini. Pada penderita Lupus, produksi antibodi menjadi berlebihan sehingga menyerang jaringan sel dan tubuhnya sendiri dan dapat menyerang organ tubuh vital. Namun resiko lupus dapat dikendalikan dengan penanganan yang dini dan tepat, sehingga mereka dapat hidup dan beraktivitas dengan normal.

"Equatorial Peaks for Lupus" (E4L) yang dilakukan pada 16-31 Januari 2011 lalu merupakan misi pendakian sepuluh wanita demi penggalan dana bagi penderita lupus di tanah air. Mereka melakukan pendakian ke Gunung Cambaye di Ekuador, Amerika Selatan. Pendakian ini merupakan salah satu rangkaian misi pendakian tiga puncak tertinggi di ekuator, sebelumnya mereka melakukan pendakian ke puncak Kalapatar, Nepal pada tahun 2006, serta ke puncak Kilimanjaro, Tanzania pada tahun 2009.

Seluruh pendaki adalah perempuan berusia di atas 40 tahun. Mereka berasal dari berbagai latar profesi. Mereka adalah psikolog Ami KMD Saragih (46) sebagai ketua ekspedisi, Amalia Yunita (43), Diah Bisono (45), Veronica (47), Miranda Wiemar (43). Kemudian ikut serta pula Tejasari (42), Dwiastuti Soenardi (53), Heni Juhaeni (44), Myrnie Zachraini Tamin (47), serta seorang ibu ramah tangga Imas Emi Sufraeni (45). Dalam pendakian ini mereka akan didampingi oleh seorang pelatih tim, yang merupakan satu-satunya lelaki. Sedangkan satu-satunya pria yang menjadi pendamping pendakian adalah Rahmat Rukmantara, sebagai pelatih tim. Tim ini melakukan misi sejak 16 Januari 2011 hingga 1 Februari 2011.

Selain untuk misi kemanusiaan dalam rangka sosialisasi penyakit Lupus, serta penggalangan dana bagi odapus melalui Yayasan Lupus Indonesia (YLI), mereka juga ingin memberi inspirasi kepada masyarakat luas, khususnya perempuan. “Kami ingin membuktikan bahwa kami mampu melakukan sesuatu yang dianggap tidak mungkin bisa dilakukan oleh perempuan di usia 40 tahun ke atas,” ungkap Ami Saragih dalam jumpa pers di Jakarta.

Seluruh kisah perjalanan ekspedisi ke tiga Puncak Ekuator yang mereka lakukan tersebut, rencananya akan dituangkan ke dalam sebuah buku. Di mana hasil dari penjualan buku tersebut akan didonasikan untuk program sosialisasi penyakit Lupus, serta membantu para penderita Lupus (Odapus) yang kurang mampu.

Melalui pendakian ke Cayambe dan Chimborazo kali ini, YLI berharap dapat menarik perhatian masyarakat untuk mengetahui lebih jauh tentang penyakit Lupus. Serta yang tidak kalah pentingnya, yaitu dapat menggalang donasi dari berbagai pihak, seperti perusahaan, organisasi, maupun donatur perorangan.

Pencapaian pertama di Ekuador terjadi pada 25 Januari 2011, saat 10 pendaki ini melakukan pendakian selama 10 jam untuk menaklukan Gunung Cayambe. Dalam pendakian yang berlangsung sejak tengah malam hingga pukul 9.20 pagi waktu Ekuador atau pukul 21.20 WIB, akhirnya Veronica Moeliono (47) diikuti tiga pendaki yang tergabung dalam E4L berhasil mencapai puncak gunung.

"Saya terharu karena perjalanan pendakian ke puncak setinggi 1.000 meter ini dilakukan sejak jam 23.30 malam. Pendakian panjang yang sangat melelahkan, melalui gletser es terjal dan dinding es menjelang puncak," ujar Veronica dalam rilis yang diterima VIVAnews.com di Jakarta, Rabu 9 Februari 2011.

Sedangkan Gunung Cotopaxi berhasil mereka taklukan pada 28 Januari 2011. Saat pendakian keadaan cuaca tidak bersahabat, suhu di bawah nol derajat dan hujan turun terus menerus, menjadikan medan es lebih tebal dan cair. Selain itu ada tantangan batas waktu pendakian yang mengharuskan para pendaki bergerak cepat.

"Beruntung misi pendakian kami kali ini mendapat dukungan sponsor perusahaan suplemen kesehatan. Kami selalu mendapat tambahan tenaga, yang akhirnya bisa membantu kita menyelesaikan misi pendakian," kata Koordinator Tim, Ami Kadarharutami Saragih.

Pendapat Ami juga dibenarkan anggota tim lainnya, Amalia Yunita. "Kami belum pernah mendaki dua gunung sekaligus dengan masa istirahat hanya dua hari saja. Namun dengan meminum suplemen kesehatan, kami merasa penuh tenaga," katanya.

Gunung Cotopaxi adalah alternatif lain dari rencana semula tim ini akan menaklukkan Gunung Chimborazo (6300 meter) dengan lima puncaknya yang diakui sebagai gunung berapi tertinggi di Ekuador.

Perubahan rencana ini, karena pada saat itu salju telah menghilang dari Gunung Chimborazo dan hanya menyisakan bebatuan dan bongkahan es saja. "Kami tidak memiliki persiapan teknik memanjat gunung dengan kondisi seperti itu," kata Vera. (imt)

sumber viva news, national geographic Indonesia


Februari 16, 2011


Anda hobi mendaki gunung? Atau berencana menaklukkan puncak gunung akhir pekan nanti? Pastikan Anda menjalani persiapan yang benar agar perjalanan pendakian berlangsung mulus dan menyehatkan.

Pelatih fisik 10 pendaki wanita yang bergabung dalam tim Equatorial for Lupus (E4L), Rachmat Rukmantara, menyarankan, baik pemula ataupun pendaki berpengalaman perlu menjalani persiapan matang sebelum pendakian.

Latihan tiga bulan sebelum pendakian
Baik pendakian di ketinggian 2.000-3.000 meter atau di atas 4.000 meter, aturannya sama. Yakni, pendaki harus berlatih fisik tiga bulan sebelum pendakian. Latihan kekuatan dan daya tahan menjadi fokus utamanya. Namun memang intensitas latihan untuk pendakian dengan ketinggian di bawah 3.000 meter tipikal Gunung Gede, tidak sama dengan pendakian gunung dengan ketinggian di atas 4.000 meter, kata Rachmat.

Latihan pernafasan
Kadar oksigen di ketinggian di atas 5.000 meter semakin berkurang, hanya 40 persen, kata Rachmat. Oleh karena itu, teknik bernafas penting diperhatikan saat perjalanan pendakian. Kekurangan oksigen menimbulkan sejumlah risiko seperti udema perut yang ditandai dengan mulas, mual, dan muntah. Selain itu juga udema paru-paru.

Namun, kata Rachmat, risiko ini bisa teratasi bahkan dihindari jika latihan selama persiapan pendakian dilakukan dengan baik. Tujuan latihan fisik dan pernafasan di antaranya agar tubuh bisa menyerap oksigen lebih banyak dan daya tampung paru-paru lebih besar. Nah, latihan pernafasan ini penting dilakukan selama masa persiapan pendakian. Caranya, bangun pukul 05.00 dan jalan kaki. Lakukan juga peregangan dan latihan pernafasan seperti gerakan tai chi dengan lama waktu latihan 30 menit.

Strategi bernafas saat pendakian
Jika latihan fisik dan pernafasan sudah dilakukan dengan baik saat persiapan, imbangi juga dengan strategi bernafas saat pendakian. "Cara berjalan sesuaikan dengan nafas. Berjalan selama 10 jam kalau tidak dibarengi dengan cara bernafas yang benar, tubuh akan down," jelas Rachmat, usai jumpa pers bersama tim E4L beberapa waktu lalu.

Jalankan prinsip menyerang dan bertahan dalam pendakian, kata Rachmat. Artinya dalam pendakian atur waktu bertahan yakni melanjutkan perjalanan, dengan istirahat. Setiap satu jam perjalanan, berhenti 15 menit, jelas Rachmat. Saat berjalan gunakan nafas melalui perut atau diafragma, bukan melalui dada.

"Yoga atau tai chi menggunakan cara bernafas diafragma ini," katanya. Karena itulah, latihan pernafasan dengan tai chi saat latihan persiapan pendakian memengaruhi daya tahan saat pendakian nanti.

Sumber : Kompas

Oktober 30, 2010

Norman Edwin pendaki legendaris Indonesia yang juga sebagai penulis luarbiasa, meninggal tanggal 21 Maret 1992 dalam ekspedisi menaklukan puncak Aconcagua(6959 mdpl),
puncak tertinggi Amerika selatan yang merupakan rangkaian ekspedisi Tujuh Puncak Dunia yang pertama dilakukan oleh Pendaki Indonesia.


Tujuh Puncak Dunia ( World's Seven Summit)

Dick Bass seorang pendaki gunung AS yang menggagas untuk mencapai tujuh puncak dunia yang disebut seven summits. Gagasan itu muncul begitu saja ketika ia sedang menuruni pu
ncak McKinley yaitu puncak tertinggi di Amerika Utara. Dick Bass yang seorang jutawan tersebut tak sulit untuk mengongkosi impiannya tersebut,ia berhasil merampungkan tujuh puncak dunia dalam 1 tahun yaitu pada tahun 1986. Akan tetapi Pat Morrow melihat celah dalam ekspedisi Dick Bass itu," Secara geologis Puncak Carstensz Pyramidlah puncak ketujuh bukannya gunung Kosciusko di Australia yang hanya berketinggian 2.228 mdpl" kata Morrow. Pat Morrow mendaki Carstensz tahun 1985 dan merampungkan tujuh puncak dunia. Sehingga Pat Morrowlah yang dianggap sebagai orang pertama Seven Summiter.

Inilah tujuh puncak dunia versi Pat Morrow (Kanada) yang menjadi acuan seven summiter lainya :

1. Puncak Kilimanjaro (Afrika)

Berketinggian 5.894 mdpl membuatnya tertutup salju di puncaknya walau tepat berada di garis khatulistiwa. Kilimanjaro berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Kilimanjaro yang berada dalam wilayah negara Zimbabwe. Gunung ini baru ditemukan oleh Johann Rebmann berkebangsaan swiss pada tahunh 1848 dan pertama kali didaki pada tahun 1889 oleh Dr. Hans Meyer dokter berkebangsaan Jerman. Penemuan gunung salju di Khatulistiwa membuat masyarakat eropa pada waktu itu takjub dan penasaran akan gunung ini. Perkembangan wisatawan dan para pendaki yang datang ke Kilimanjaro membuat fasilitas yang ada begitu lengkapdan cukup mewah untuk para pendaki yang ingin mencapai Puncak Afrika ini. Satu hal yang miris dari Kilimanjaro dalam 10 tahun ini penyusutan salju di puncak Kilimanjaro begitu cepat bahkan hampir tidak ada
salju di puncak Kilimanjaro sekarang.




2. Puncak Mc. Kinley (Amerika Utara)
Puncak tertinggi Amerika Utara ini dikenal oleh masyarakat lokal dengan nama Denali yang berarti "Yang Tinggi" dari bahasa Indian. Berketinggian 6.194 mdpl berada di wilayah negara bagian Amerika Serikat Kanada. Puncak Mc. Kinley pertama kali ditaklukkan oleh seorang uskup berumur 50 tahun Hudson Stuck pada tahun 1912. Rekor pendakian terbanyak Mc.Kinley dipegang oleh Ray Gennet pendaki berkebangssan Swiss yang mendaki sebanya 43 kali. Mapala UI yang menjadi tim pendaki Indonesia pertama yang menaklukan Mc. Kinley pada tahun 1989.



3. Puncak Elbrus (Eropa)
Bagian dari Pegunungan Kauskasus di Rusia , Elbrus menjadi gunung tertinggi di eropa dengan ketinggian 5.642 mdpl. Penduduk setempat mengenal gunung ini dengan julukan
Oshkamahko yang artinya gunung kebahagiaan. Puncak Elbrus merupakan salah satu ajang latihan bagi para seven summitter yang ingin merampungkan ekspedisinya lebih lebih menuju Everest.Salah satu Pendaki terkenal yaitu Choka Aslanovich Zalihanov telah mendaki Elbrus sebanyak 209 kali kabarnya dia terakhir kali mendaki gunung ini pada umur 110 tahun. Luar Biasa !

4. Puncak Aconcagua (Amerika Selatan)
Puncak tertinggi di Pegunungan Andes ini juga merupakan gunung tertinggi di Amerika Selatan yaitu dengan ketinggian 6959 mdpl. Aconcagua berada di chili tepstnya kota
Santiago. Aconcagua banyak memakan korban karena badai yang tiba - tiba. Norman Edwin adalah salah satu korban keganasan gunung ini.



5. Puncak Carstensz Pyramid (Australasia)
Jan Carstensz sudah mencatat adanya gunung salju di pedala
man pulau papua pada tahun 1623 akan tetapi ekspedisi untuk menggapai puncak tersebut baru dimulai tahun 1907 dan karena medan dan tantangan alam yang begitu berat baru bisa ditaklukkan sekitar tahun 1940. Carstensz Pyramid berada di ketinggian 4884 mdpl dan bagian dari pegunungan Jayawijaya. Jalur yang paling sering didaki ialah dari celah utara sedangakan dari selatan sangat jarang didaki. Tim Mapala UI yang salah satunya adalah Norman Edwin adalah tim pertama yang merintis jalur selatan Carstensz.


6. Puncak Vinson Massif (Antartika)
Puncak paling tinggi di benua antartika yang memiliki ketinggian 4877. Walau memiliki ketinggian paling rendah dari enam puncak lainya Vinson Massif memberikan ta
ntangan suhu yang ekstrim dimana puncak tersebut berada di iklim kutub sehingga memerlukkan persiapan yang berbeda untuk mendaki enam gunung lainya.


7. Puncak Everest (Asia/Dunia)
Puncak tertinggi dunia dengan ketinggian 8.848 mdpl. Berada di utara India tepatnya di wilayah negara Nepal. Everest merupakan bagian Pegunungan Himalaya yang terbentuk karena pertemua 2 lempeng benua yaitu india dan lempeng Eurasia. Pergerakan Lempeng ini terus aktif sehingga kemungkinan Puncak Everest akan terus bertambah. Pendaki pertama everest masih dipert
anyakan tapi sampai saat ini Edmund Hillary lah yang tercatat sebagai pendaki perta pada tahun 1953. Di Nepal gunung ini disebut Sagarmatha yang artinya "Dahi Langit" . Nama Everest diambil dari Sir Geogre Everest .


sumber :
- Catatan perjalanan Norman Edwin
- Wikipedia
Pagi tanggal 30 Oktober terkejut saya melihat pohon, atap, jalanan semua tampak putih. Ternyata dini hari telah terjadi hujan abu vulkanik dari Gunung Merapi yang selama minggu ini kegiatan vulkaniknya terus meningkat.

Mitologi Sang Merapi

Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan wajah dari kehidupan masyarakat yang bijak dimana dalam kehidupanya tak lepas dari adat, religi dan kearifan loka
l masyarakat itu sendiri. Walau sekarang Yogyakarta diserbu para pendatang seperti saya ini, warga aslinya sendiri merupakan masyarakat terbuka yang masih tetap bisa mempertahankan karakter sebagai masyarakat jawa yang taat akan adat istiadat. Rakyat Jogja memiliki suatu kepercayaan yang kuat terhadap Gunung Merapi, Keraton, dan laut selatan yang membentuk suatu garis imajiner religi. Garis Imajiner inilah yang menjadi pusat ritual adat dan kepercayaan mereka.

Gunung Merapi (2980 mdpl) menjadi batas utara geografis provinsi DIY juga merupakan bagian kabupaten Boyolali di utara dan bagian baratnya adalah kabupaten
Magelang. Untuk mencapai puncak Gunung Merapi ada 3 jalur yang dikenal yaitu Selo, Kaliurang, dan Babadan. Melewati Selo adalah jalur paling aman karena medannya tidak terlalu sulit. Untuk jalur Kaliurang kita harus melewati desa Kinahrejo dimana merupakan kediaman Juru kunci Merapi Mbah Maridjan. Untuk jalur Kaliurang tidak semua pendaki boleh naik karena medanya sulit dan terkadang menjadi jalur muntahan vulkanik Gunung Merapi, hanya pendaki berpengalaman yang diperbolehkan naik jalur ini. Untuk jalur Babadan resmi ditutup tahun 2006 karena merupakan jalur "Wedhus gembel". Pendaki terakhir jalur ini adalah 2 pendaki asal Belanda yang ditemukan tewas akibat muntahan debu vulkanik



Gunung Merapi bisa dilihat hampir dari seluruh kota Jogja ini disebabkan interval elevasi yang jauh, Kota jogja berada di elevasi sekitar 100 - 200 mdpl sedangkan Gunung Merapi 2980 mdpl. Jadi jika anda di Kota Yogyakarta dan melihat gunung yang menjulang tinggi itulah Gunung Merapi dan anda sedang
menghadap ke utara.

Dilihat secara geologi Gunung merapi termasuk dalam pegunungan sirkum mediterania yang terbentuk karena zona subduksi antar lempeng benua indo-australia dan lempeng samudera hindia. Gunung Merapi termasuk gunung teraktif di dunia yang terus mengalami aktifitas vulkanisme. Hasil dari proses vulkanik gunung merapi dikenal dengan sebutan "Wedhus gembel" yaitu gelombang awan panas yang membawa material vulkanik dan bergerak dengan kecepatan tinggi sehingga menyapu semua benda yang dilewati. Awan panas ini terlihat bergulung - gulung dan tampak seperti bulu domba oleh karena itu disebut "wedhus gembel". Suhu "Wedhus gembel" mencapai 600- 800 derajat celcius dengan kecepatan 200 - 300 kilometer perjam tentu tak ada satupun mahluk hidup yang dapat bertahan di suhu tersebut.

Tapi bagi masyrakat jawa sendiri khususnya Yogyakarta Gunung Merapi bukanlah hanya sekedar batas utara Provinsi Yogyakarta tapi lebih dari itu Gunung Merapi suatu simbol religi dimana dalam konteks keraton, Merapi disimbolkan sebagai laki-laki yang bersanding dengan Laut selatan sebagai simbol perempuan. Dalam garis imajiner religi masyarakat jawa, keraton yang berada diantaranya menjadi poros keseimbangan dua kekuatan alam yang dahsyat ini sekaligus menyimbolkan kekuatan ilahi. Jika melihat dari berlangsung peradaban interaksi antara manusia dan Merapi sendiri paling tidak selama 13 abad yang diawali oleh Kerajaan Mataram. Selama kurun waktu tersebut manusia menjadi bagian dari Merapi
begitu juga sebaliknya sehingga munculnya suatu keselarasan.

Dalam menjelaskan kekuatan Merapi yang begitu dahsyat tentu beragam oleh karena itulah muncullah kepercayaaan dan hal yang berbau mistis. Nama-nama yang menjadi mitos merapi seperti Kiai Sapu Jagad, Empu Rahmadi, Krincing Wesi,dan Mbah Nyai Gadhung Melati dikenal sebagai mahluk gaib penunggu Merapi. Dampak - dampak terbaik dari hal tersebut adalah munculnya keselarasan dengan Merapi selama berabad - abad. Misalkan Mbah Nyai Gadhung Melati dikenal sebagai penjaga kehijauan yang apabila merusak alam berurusan dengan kemurkaan Merapi. Hal ini juga tampak di desa Turgo,Sleman salah satu desa di lereng Gunung Merapi dimana ada yang menebang pohon maka harus segera menggantikkan satu pohon yang baru. Ada pula tempat - tempat di lereng Merapi yang tidak boleh didatangi, dalam konteks kearifan lokal hal ini tentu menunjukkan adanya keselarasan dimana manusia tidak diperkenankan merusak alam. Masyrakat yang berada dalam daerah rawan bencana ini di dalam pengalamannya hidup bersama merapi mengembangkan kepekaan dalam membaca tanda - tanda alam untuk mengenali kebahayaan Merapi. Tanda - tanda alam tersebut misalnya perilaku tertentu dari hewan, perubahan suhu,atau tanda- tanda lingkungan lainya.




Semakin majunya peradaban manusia terkadang melunturkan suatu kearifan lokal masyrakat yang tertanam berabad- abad. Sehingga harapan keselarasan antara alam dan manusia terlupakan oleh ego manusia.


sumber:
- Kompas
- http://Mitos-Merapi.htm
- wikipedia

Oktober 08, 2010

Cagar Alam Gunung Mutis merupakan salah satu obyek wisata andalan yang dimiliki oleh Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kawasan wisata ini terkenal dengan gunung-gunung batu marmernya yang oleh masyarakat setempat disebut Faut Kanaf atau batu nama. Di bawah Faut Kanaf, terdapat sumber-sumber mata air yang disebut Oe Kanaf atau air dari batu. Air yang bersumber dari Faut Kanaf tersebut mengalir menuju satu titik dan membentuk dua buah DAS (Daerah Aliran Sungai), yang oleh masyarakat disebut DAS Benain dan DAS Noelmina. Kedua DAS ini merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat Timor Tengah Barat sampai hari ini.


Kawasan wisata yang berjarak sekitar 140 km sebelah timur laut dari Kota Kupang ini memiliki luas wilayah sekitar 12.000 hektar dan dihuni oleh salah satu suku tertua di Nusa Tenggara Timur, yaitu Suku Dawan.



Berkunjung ke Kawasan Wisata Cagar Alam Gunung Mutis sungguh menarik. Sejuta flora dan fauna hidup di dalamnya. Kawasan Wisata Gunung Mutis memiliki tipe vegetasi yang merupakan perwakilan hutan homogen dataran tinggi. Kawasan ini juga didominasi berbagai jenis ampupu (eucalyptus urophylla) yang tumbuh secara alami dan jenis cendana (santalum album). Selain itu di sini dapat ditemui berbagai jenis pohon lainnya seperti hue (eucalyptus alba), bijaema (elacocarpus petiolata), haubesi (olea paniculata), kakau atau cemara gunung (casuarina equisetifolia), manuk molo (decaspermum fruticosum), dan oben (eugenia littorale).


Ada juga jenis tumbuh-tumbuhan seperti selalu (podocarpus rumphii), natwon (decaspermum glaucescens), natbona (pittospermum timorensis), kunbone (asophylla glaucescens), tune (podocarpus imbricata), natom (daphniphylum glauceccens), kunkaikole (veecinium ef. varingifolium), tastasi (vitex negundo). Kemudian ada juga manmana (croton caudatus), mismolo (maesa latifolia), kismolo (toddalia asiatica), pipsau (harissonia perforata), matoi (omalanthus populneu), dan aneka jenis paku-pakuan dan rumput-rumputan.

Selain kaya dengan flora, kawasan wisata Mutis juga menyimpan aneka fauna khas Pulau Timor. Di kawasan ini, pengunjung dapat menyaksikan rusa timor (cervus timorensis), kus-kus (phalanger orientalis), babi hutan (sus vitatus), biawak (varanus salvator), biawak timor (varanus timorensis). Di kawasan ini juga terdapat ular sanca timor (phyton timorensis), ayam hutan (gallus-gallus), punai timor (treon psittacea), betet timor (apromictus jonguilaceus), pergam timor (ducula cineracea), dan perkici dada kuning (trichoglosus haematodus).


Pemandangan menarik lainnya yang dapat disaksikan adalah cara suku-suku asli di kawasan wisata ini untuk menafkahi hidupnya. Dengan memanfaatkan dahan dan ranting pohon-pohon besar, penduduk setempat membuatkan rumah bagi lebah hutan penghasil madu. Dari madu lebah hutan ini, masyarakat dapat berharap banyak untuk menopang kehidupan ekonominya, selain dari hasil ternak dan pertanian.

Daftar Jenis Burung yang ada di gunung mutis :

* Ducula cineracea
* Turacoena modesta
* Macropygia magna
* Trichoglossus euteles
* Psitteuteles iris
* Aprosmictus jonquillaceus
* Halcyon australasia
* Saxicola gutturalis
* Zoothera dohertyi
* Zoothera peronii
* Buettikoferella bivittata
* Phylloscopus presbytes
* Cyornis hyacinthinus
* Gerygone inornata
* Pachycephala orpheus
* Heleia muelleri
* Lichmera flavicans
* Myzomela vulnerata
* Meliphaga reticulata
* Philemon inornatus
* Erythrura tricolor
* Oriolus melanotis
* Sphecotheres viridis

Secara geografis, Cagar Alam Gunung Mutis terletak di wilayah Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Propinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Untuk mencapai Mutis perjalanan dimulai dari Kota Kupang menuju SoE, kota Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan jarak 110 km dan waktu tempuh kurang lebih 2,5 jam. Dari SoE, perjalanan dilanjutkan dengan menumpang bus menuju Kapan, Kota Kecamatan Mollo Utara. Dari Kapan, perjalanan dilanjutkan menuju Desa Fatumnasi, sebuah desa yang berada di lereng Gunung Mutis dan merupakan pintu masuk untuk memasuki kawasan wisata ini. Perjalanan sejauh 15 km dengan menggunakan bus tersebut akan mengantarkan pengunjung memasuki kawasan wisata Gunung Mutis yang sungguh mempesona itu.

sumber : nttprov

September 06, 2010


Sindoro dan Sumbing merupakan dua Gunung yang letaknya berdekatan, serta memiliki bentuk dan tinggi yang hampir sama. Tinggi Gunung Sumbing sekitar 3.340 m dari permukaan laut (dpl), sedikit lebih tinggi daripada Sindoro (3.155 m dpl).

Jika dipetakan, Sumbing berada disebelah barat daya kota Temanggung dan sebelah Timur kota Wonosobo. Sedangkan Sindoro disebelah barat laut Temanggung danTimur laut Wonosobo. Masyarakat dikedua daerah itu menyebut Sindoro-Sumbing sebagai Gunung kembar. Keduanya menyimpan potensi wisata yang sangat besar, meskipun belum semuanya bisa dikelola secara maksimal.

Selain panorama alam nan indah, dengan udara sejuk dan segar, daerah-daerah dilereng Sumbing-Sindoro potensial dikembangkan sebagai kawasan agro wisata, terutama perkebunan kelengkeng, tembakau, vanila, dan kopi. Kondisi alamnya hampir sama dengan kawasan Gunung Mas, puncak, Bogor.

Gunung yang dipenuhi legenda tentang kesetiaan pasangan dan epos kepahlawanan itu sudah tidak asing lagi bagi para pendaki. Banyak kelompok pecinta alam yang mendaki puncak Sumbing dan Sindoro, terutama pada hari-hari tertentu yang sudah menjadi tradisi.
Dengan berbagai kelebihannya, dinas perhubungan dan pariwisata kabupaten Temanggung berusaha terus menggali potensi-potensi wisata, sambil membenahi sarana-prasarana pendukung dikawasan ini.

Sektor pariwisata, terutama yang berbasis wisata Gunung, bisa dijadikan salah satu primadona unggulan dalam membangun ekonomi kerakyatan di daerah ini. Dinas perhubungan dan Pariwisata berniat mengembangkan kawasan Sindoro dan Sumbing sebagai kawasan wisata terpadu. Terutama dilembah antara Sindoro-Sumbing, dan bagian puncak. Misal dengan menyediakan fasilitas kereta gantung yang menghubungkan kedua gunung itu.

Salah satu kawasan yang diapit lembah Sindoro-Sumbing adalah Kledung, yang dilewati pengguna jalan di jalur Parakan-Wonosobo. Banyak pengguna jalan yang beristirahat di tempat ini, sekedar melihat keindahan panorama alam disekelilingnya yang bisa menyegarkan tubuh dan pikiran. Banyak hal yang bisa dijumpai dilembah gunung itu. Selain keindahan alam, lembah Sindoro-Sumbing juga menawarkan kehangatan dan senyum ramah penduduknya. Terlebih lagi tatkala melihat aktivitas mereka saat musim tambakau tiba.

Panorama alam yang indah dan udara sejuk-segar kini menjadi barang langka diperkotaan, itu sebabnya, mereka sering memanfaatkan hari libur ke objek wisata alam sebagaimana banyak tersedia dikabupaten Temanggung.
Letaknya yang dekat dengan Dataran Tinggi Dieng membuat wisata pendakian Gunung Sumbing dan Sindoro bisa dipromosikan lebih dasyat lagi, misalnya dengan mengundang sebagian wisatawan yang datang ke Dieng untuk berkunjung pulang keTemanggung. Pemerintah kabupaten dan masyarakat Temanggung pun siap memanfaatkan peluang emas ini, demi kesejahteraan masyarakat.

WISATA PENDAKIAN
SALAH satu kegiatan yang sudah berjalan dikawasan Gunung ini adalah wisata pegunungan. Pendakian Sindoro-Sumbing biasanya dimulai dari kledung, yang terletak diantara kedua Gunung. Ditempat ini, para pendaki juga bisa menyaksikan matahari terbit dan terbenam.
Jalur pendakian yang menantang, ritual setiap malam 1 sura (1 muharam) dan malem selikuran (21 Ramadhan), hamparan perkebunan teh, aneka ladang sayur, deretan pohon pinus, dan jalur berliku-liku dilembah kedua gunung itu membuat banyak orang ingin mengunjungi tempat tersebut

GUNUNG SUMBING
Perjalanan wisata ke Gunung Sumbing akan melewati desa wisata Tegalrejo yang juga dekat dengan pemancingan Vale Kambang dan prasasti Gondosuli. Tanah sekitar gunung sangat subur, sehingga hampir seluruh daerah yang landai sampai ketinggian 2.000 m dpl dijadikan areal perkebunan rakyat seperti tembakau dan sayuran.
Pendakian gunung sumbing bisa dilakukan kapan saja. Tetapi puncak keramaian terjadi pada malem selikuran. Ribuan pendaki, yang dipandu para pecinta alam yang berpengalaman dari sumbing Hiking Club (SHC) Temanggung, serta dipantau para petugas terpadu diposko-posko terdekat, mengawali ritualnya dari desa pager gunung, kecamatan Bulu.
Untuk pendakian diluar tradisi malem selikuran, perjalanan bisa dilakukan tanpa harus dipandu petugas. Para pendaki umumnya start dari desa/kecamatan kledung (arah barat laut), atau kampung butuh dan selogowok dikecamatan tlogo mulyo (timur laut).
Bahkan, gunung sumbing juga bisa didaki dari kawasan diluar kabupaten Temanggung. Yaitu arah barat laut dari kampung garung (1.543 m dpl) di desa Butuh, kecamatan Kalijajar (Wonosobo), arah tenggara dari Kalegan (Kabupaten Magelang), dan arah Barat daya dari sapurun (Wonosobo).
Apabila cuaca bagus, pendakian ke puncak menempuh waktu sekitar lima jam. Sebagian dari mereka berziarah kemakam Ki Ageng Makukuhan di Puncak Sumbing. Ki Ageng Makukuhan diyakini sebagai orang pertama yang singgah di Kedu dan memperkenalkan tanaman tembakau.
Ada beberapa pos yang harus dilalui dari base camp hingga kepuncak, yaitu pos I (1.750 m dpl), pos II (2.000 m dpl),pos bayangan (2.500 m dpl), dan bagian puncak (2.850-3.340 m dpl).

GUNUNG SUMBING
  • Nama : Gunung Sumbing
  • Nama Kawah : Kawah Sumbing
  • Lokasi : Desa Pager Gunung, Kecamatan Tjepit, Kabupaten Temanggung
  • Ketinggian : 3. 340 m dpl
  • Wilayah : Kabupaten Temanggung, Magelang, Wonosobo dan Purworejo.
  • Kota Terdekat : Temanggung (Timur laut), Parakan (Utara), Wonosobo (Barat), dan Magelang (Tenggara).
  • Tipe Gunung : Gunung Api strato tipe B
  • Pos Pengamatan : Desa Genting Sari, Parakan-Temanggung pada Ketinggian 950 m dpl.

Dipos I (hutan rapat) terdapat shelter dan lahan bivak. Sedangkan pos II (Wilayah Terbuka) didominasi padang rumput dan ilalang. Udara dipuncak cukup panas, angin kencang, dan cuaca cerah, dengan suhu dibawah 12 derajat Celciuse. Puncak terdiri atas batu-batuan, lapangan berpasir, kawah, dan belerang.

GUNUNG SINDORO
Setiap malam 1 sura, ribuan pecinta alam melakukan pendakian Sindoro. Gunung berketinggian 3.151 m itu juga memiliki beberapa keindahan alam, misalnya Telaga Ajaib dan bunga Abadi edelwis di puncak gunung. Para pendaki juga bisa melihat panorama terbit dan tenggelamnya matahari.
Sebagaimana Sumbing, Sindoro cocok untuk melakukan kegiatan wisata alam dan petualangan. Pendakian dilakukan melalui Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung. Selain panorama alam yang indah, pendaki bisa melihat para aktivitas petani di kebun.


GUNUNG SINDORO
  • Nama : Gunung Sindoro
  • Nama Kawah : Kawah Sindoro
  • Lokasi : Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung
  • Ketinggian : 3.155 m dpl
  • Wilayah : Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Wonosobo.
  • Kota Terdekat : Temanggung (Tenggara), Parakan (Timur), Wonosobo (Barat).
  • Tipe Gunung : Gunung Api strato tipe B

PUNCAK WONOTIRTO
Di Lereng Gunung Sumbing, di sebuah desa di Kecamatan Bulu, ada kawasan wisata yang cukup digemari, yaitu Puncak Wonotirto. Sepanjang jalan menuju lokasi, wisatawan bisa memandang hutan pinus dari kejauhan dan hamparan tanaman tembakau. Para penggemar wisata pegunungan tentu sangat menyukai suasana seperti ini.
Dari kawasan puncak, kita bisa memandang lepas ke berbagai penjuru. Termasuk pada ujung Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro. Hal itu dimungkinkan karena Puncak Wonotirto berada di ketinggian 1.900-2.000 m dpl.
Untuk menuju lokasi lereng, wisatawan dapat menggunakan sepeda motor atau mobil. Tetapi sekitar 3 km sebelum puncak, perjalanan harus dilanjutkan dengan jalan kaki. Pemerintah Kabupaten Temanggung sudah menanami 16.000 ha lahan kritis dikawasan ini, dengan aneka komoditas pertanian.



MISTERI POHON WALITIS DI HUTAN RASAMALA
Pohon walitis di kawasan huitan Rasamala merupakan pohon terbesar di lereng Sumbing dan Sindoro. Hutan ini terletak di Desa Jetis, Kecamatan Selopampang, Tinggi pohon mencapai 30 meter, dengan lingkar batang 7,5 meter. Untuk memeluk batangnya saja diperlukan enam orang dewasa yang saling tautan sambil merentangkan kedua tangannya.
Menurut masyarakat sekitar, pohon ini berasal dari tongkat salah seorang pengikut wali, yaitu Ki Ageng Makukuhan yang ditancapkan di tanah. Kawasan Walitis memiliki pemandangan alam yang indah dan udara pegunungan yang segar dan alami.
Di Kawasan ini juga tumbuh rumpun tumbuhan bernama Rasamala. Karena itulah, kawasan tersebut dikenal sebagai hutan Rasamala. Keistimewaan tanaman dan hutan ini adalah tidak mempan oleh api.
Ketika terjadi kebakaran hutan di sebagian kawasan lereng Sumbing dan Sindoro beberapa waktu lalu, hutan Rasamala sama sekali tidak terjamah api.
Untuk menjangkau rumpun pepohonan Rasamala yang luasnya mencapai 1,5 hektar, para wisatawan harus mendaki melalui jalan setapak. Jarak pendakian ini sekitar 1,5 km dari pohon walitis.

PROSPEK PENGEMBANGAN
Melihat potensinya yang besar, kawasan Sindoro-Sumbing bisa dikembangkan menjadi kawasan wisata andalan di jateng. Peluang yang bisa digarap antara lain:
  • Membangun fasilitas kereta gantung din lereng utara gunung Sumbing, tepat di Kledung Pass.
  • Membangun hotel/restoran di jalur strategis, terutama Kledung.
  • Pembangunan kawasan agrowisata Kledung Pass.
  • Membangun bumi perkemahan dan camping ground di kawasan Walitis, untuk mewadahi kegiatan para pemuda di Jawa Tengah.
  • Membangun kawasan khusus (adventure zone) di Kledung Pass.
  • Mendirikan event organizer khusus yang menyelenggarakan berbagai kegiatan pecinta alam dan outbond.
  • Menciptakan lebih banyak lagi desa-desa wisata.

 
© 2012. Design by Main-Blogger - Blogger Template and Blogging Stuff