November 24, 2010


Seluas 350 hektare kawasan hutan lindung wilayah Daerah Aliras Sungai (DAS) Budong-Budong, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dilakukan reboisasi untuk menyelamatkan kawasan hutan yang sudah rusak.

Kepala Seksi Reboisasi Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Mamuju, Syamsul Bahri di Mamuju, Selasa, mengemukakan, kawasan hutan lindung pada daerah DAS Budong-Budong mulai memprihatinkan akibat terjadinya pengrusakan hutan yang dilakukan oleh tangan-tangan manusia yang tidak bertanggungjawab, sehingga pemerintah melakukan reboisasi pada wilayah hutan kritis itu.

"Untuk tahun anggaran 2010, pemerintah akan melakukan reboisasi pada kawasan DAS Budong-Budong yang akan dikerjakan oleh pihak ketiga yang akan memenangkan proyek tersebut," tutur dia.

Menurutnya, dana reboisasi seluas 350 hektare ini dibiayai langsung oleh pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) 2010 yang melekat dalam Dipa Balai Penyuluhan Daerah Aliran Sungai (BP-DAS) Lariang-Mamasa, Sulbar, dengan jumlah pendanaan sebesar Rp900 juta.

Ia mengemukakan, pihaknya hanya bertugas untuk memonitoring pelaksanaan kegiatan lapangan yang nantinya akan dikerjakan langsung oleh pihak ketiga.

Syamsul menjelaskan, pada program reboisasi tersebut akan melakukan penanaman berupa tanaman jenis bibit kayu Palapi, Nato, Jati Putih, Durian dan Kemiri.

Dia mengatakan, pengelolaan hutan yang tidak benar akan menimbulkan resiko tinggi kepada masyarakat karena akan berpotensi menimbulkan bencana seperti banjir maupun longsor sehingga kawasan hutan yang rusak ini harus diletarikan atau dilakukan penghijauan.

Ia menuturkan, pembangunan kehutanan harus disesuaikan dengan pengelolaan sumber daya hutan yang lestari dan penciptaan ekonomi kerakyatan yang lebih demokratis, adil, merata dan berkelanjutan yang berbasis pada masyarakat.

Maka dari itu, kata dia, Kementerian Kehutanan membuat rencana-rencana jangka panjang yang dapat menunjang kelestarian hutan dan pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian hutan dan Hutan Desa.

"Kita berharap, dengan pelaksanaan reboisasi tersebut mampu meminimalisir terjadinya kerusakan hutan. Hutan yang rusak dapat beresiko tinggi bagi keselamatan lingkungan itu sendiri," paparnya.

sumber : antara

Danau-danau terbesar di Bumi mengalami pemanasan dalam kurun 25 tahun terakhir. Hal tersebut diumumkan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA, Selasa (23/11/2010).

Pemanasan yang terjadi pada danau-danau tersebut diketahui setelah peneliti Philipp Schneider dan Simon Hook dari Laboratorium Propulsi Jet NASA di Pasadena, California, melakukan observasi terhadap 167 danau di Bumi dengan menggunakan data satelit.

"Para peneliti melaporkan bahwa rata-rata tingkat pemanasan adalah 0,81 derajat Fahrenheit (0,45 derajat celsius) per dekade. Beberapa danau bahkan memanas hingga 1,8 derajat Fahrenheit (1 derajat celsius) per dekade," kata NASA dalam pernyataannya.

Para peneliti menemukan bahwa area yang mengalami peningkatan paling besar adalah wilayah utara Eropa. Sementara itu, tren pemanasan sedikit menurun di wilayah selatan Eropa.

Wilayah barat daya Amerika Serikat mengalami tren pemanasan yang sedikit lebih besar daripada wilayah Great Lakes. Sementara itu, wilayah tropis, khatulistiwa, dan belahan bumi selatan mengalami tingkat pemanasan yang lebih kecil.

Danau Ladoga di Rusia dan Danau Tahoe di Amerika Serikat mengalami peningkatan suhu yang paling besar. Danau Tahoe mengalami peningkatan sebesar 1,7 derajat celsius sejak tahun 1985. Adapun Danu Ladoga mengalami peningkatan sebesar 2,2 derajat celsius.

"Analisis kami menunjukkan data baru dan independen untuk mengetahui dampak perubahan iklim pada daratan di Bumi," kata Schneider.

Menanggapi peningkatan suhu yang terjadi di danau, Hook mengatakan, "Kami terkejut mengetahui bahwa beberapa danau menunjukkan peningkatan suhu yang melebihi peningkatan suhu udara."

Schneider mengungkapkan, perubahan yang terjadi pada danau tersebut bisa berdampak pada kelangsungan ekosistem danau. Anggota ekosistem tersebut dikatakan bisa terpengaruh oleh perubahan suhu yang sangat kecil.

Hasil penelitian Schneider dan Hook dipublikasikan di jurnal Geophysical Research Letters yang terbit minggu ini. Dalam meneliti, para peneliti memilih danau yang berukuran paling sedikit 500 kilometer persegi dan jauh dari garis pantai.

Sumber : Kompas

November 19, 2010



Sekitar 2.400 dari 6.410 hektare tanaman hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) rusak akibat terkena erupsi Gunung Merapi.

Kepala Seksi Wilayah II Balai TNGM Boyolali, Joko Priyono, di Boyolali Kamis mengatakan, kerusakan hutan tanaman di lereng Gunung Merapi tersebut meliputi wilayah Boyolali, Klaten, Magelang, dan Sleman.

Namun, kata Joko Priyono, pihaknya hanya mengelola kawasan hutan TNGM di Kabupaten Boyolali dan Klaten yang totalnya mengalami kerusakan akibat bencana diperkirakan mencapai 974 hektare.

Menurut Joko Priyono, hutan di wilayah Boyolali luas seluruhnya sekitar 1.467,5 ha, tetapi yang mengalami kerusakan diperkirakan mencapai 220 ha, di Dusun Stabelan, Desa Tlogolele, Selo.

Hutan TNGM di kawasan Klaten seluruhnya mencapai 859,54 ha dan yang rusak di Desa Balairante, Kemalang, sekitar 754 ha.

Ia menjelaskan, tanaman hutan TNGM wilayah Desa Balailante, Klaten mengalami kerusakan akibat dampak dari awan panas, sehingga tanaman di lokasi itu mati terbakar.

Namun, tanaman hutan di wilayah Stabelan, Tlogolele, Boyolali, dampak dari loncatan api pijar di kawasan itu, sehingga yang terbakar di beberapa titik.

Kendati demikian, pihaknya belum berani melakukan mendakian untuk mengecekan secara detail ke kawasan tersebut, karena Gunung Merapi hingga kini masih berbahaya.


Menurut dia, hutan di TNGM banyak ditanami jenis pohon acasia dan pinus, serta batang rata-rata usia delapan tahun dengan diameter antara 10 hingga 15 centimeter.

Pihaknya belum dapat memprediksi berapa besar kerugian yang ditimbulkan akibat bencana tersebut.

Namun, kata dia, kalau dinilai dari tanaman saja seluar 220 ha di wilayah Boyolali, kerugian diperkirakan mencapai Rp1,039 miliar.

Karena, kata dia, batang pohon acasia dan pinus dengan diameter 10-15 centimeter, harganya diperkirakan sekitar Rp47,25 juta per ha.

Selain itu, kata dia, akibat kerusakan hutan di lereng Merapi tersebut, juga berdampak kerusakan ekositem, kekurangan oksigen, dan hutan pariwisata.

Kendati demikian, pihaknya segera melakukan restorasi dan rehabilitasi tanaman, setelah kondisi Gunung Merapi dinyatakan aman.

Menurut dia, rehabilitasi akan dilakukan di Desa Lencoh, Samiran, dan Tlogolele, Kecamatan Selo, seluas 77 ha dan jenis tanaman yang ditanam, yakni tanaman dadap, pasang, puspa, dan rasamala.

sumber : antara

Oktober 30, 2010

Norman Edwin pendaki legendaris Indonesia yang juga sebagai penulis luarbiasa, meninggal tanggal 21 Maret 1992 dalam ekspedisi menaklukan puncak Aconcagua(6959 mdpl),
puncak tertinggi Amerika selatan yang merupakan rangkaian ekspedisi Tujuh Puncak Dunia yang pertama dilakukan oleh Pendaki Indonesia.


Tujuh Puncak Dunia ( World's Seven Summit)

Dick Bass seorang pendaki gunung AS yang menggagas untuk mencapai tujuh puncak dunia yang disebut seven summits. Gagasan itu muncul begitu saja ketika ia sedang menuruni pu
ncak McKinley yaitu puncak tertinggi di Amerika Utara. Dick Bass yang seorang jutawan tersebut tak sulit untuk mengongkosi impiannya tersebut,ia berhasil merampungkan tujuh puncak dunia dalam 1 tahun yaitu pada tahun 1986. Akan tetapi Pat Morrow melihat celah dalam ekspedisi Dick Bass itu," Secara geologis Puncak Carstensz Pyramidlah puncak ketujuh bukannya gunung Kosciusko di Australia yang hanya berketinggian 2.228 mdpl" kata Morrow. Pat Morrow mendaki Carstensz tahun 1985 dan merampungkan tujuh puncak dunia. Sehingga Pat Morrowlah yang dianggap sebagai orang pertama Seven Summiter.

Inilah tujuh puncak dunia versi Pat Morrow (Kanada) yang menjadi acuan seven summiter lainya :

1. Puncak Kilimanjaro (Afrika)

Berketinggian 5.894 mdpl membuatnya tertutup salju di puncaknya walau tepat berada di garis khatulistiwa. Kilimanjaro berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Kilimanjaro yang berada dalam wilayah negara Zimbabwe. Gunung ini baru ditemukan oleh Johann Rebmann berkebangsaan swiss pada tahunh 1848 dan pertama kali didaki pada tahun 1889 oleh Dr. Hans Meyer dokter berkebangsaan Jerman. Penemuan gunung salju di Khatulistiwa membuat masyarakat eropa pada waktu itu takjub dan penasaran akan gunung ini. Perkembangan wisatawan dan para pendaki yang datang ke Kilimanjaro membuat fasilitas yang ada begitu lengkapdan cukup mewah untuk para pendaki yang ingin mencapai Puncak Afrika ini. Satu hal yang miris dari Kilimanjaro dalam 10 tahun ini penyusutan salju di puncak Kilimanjaro begitu cepat bahkan hampir tidak ada
salju di puncak Kilimanjaro sekarang.




2. Puncak Mc. Kinley (Amerika Utara)
Puncak tertinggi Amerika Utara ini dikenal oleh masyarakat lokal dengan nama Denali yang berarti "Yang Tinggi" dari bahasa Indian. Berketinggian 6.194 mdpl berada di wilayah negara bagian Amerika Serikat Kanada. Puncak Mc. Kinley pertama kali ditaklukkan oleh seorang uskup berumur 50 tahun Hudson Stuck pada tahun 1912. Rekor pendakian terbanyak Mc.Kinley dipegang oleh Ray Gennet pendaki berkebangssan Swiss yang mendaki sebanya 43 kali. Mapala UI yang menjadi tim pendaki Indonesia pertama yang menaklukan Mc. Kinley pada tahun 1989.



3. Puncak Elbrus (Eropa)
Bagian dari Pegunungan Kauskasus di Rusia , Elbrus menjadi gunung tertinggi di eropa dengan ketinggian 5.642 mdpl. Penduduk setempat mengenal gunung ini dengan julukan
Oshkamahko yang artinya gunung kebahagiaan. Puncak Elbrus merupakan salah satu ajang latihan bagi para seven summitter yang ingin merampungkan ekspedisinya lebih lebih menuju Everest.Salah satu Pendaki terkenal yaitu Choka Aslanovich Zalihanov telah mendaki Elbrus sebanyak 209 kali kabarnya dia terakhir kali mendaki gunung ini pada umur 110 tahun. Luar Biasa !

4. Puncak Aconcagua (Amerika Selatan)
Puncak tertinggi di Pegunungan Andes ini juga merupakan gunung tertinggi di Amerika Selatan yaitu dengan ketinggian 6959 mdpl. Aconcagua berada di chili tepstnya kota
Santiago. Aconcagua banyak memakan korban karena badai yang tiba - tiba. Norman Edwin adalah salah satu korban keganasan gunung ini.



5. Puncak Carstensz Pyramid (Australasia)
Jan Carstensz sudah mencatat adanya gunung salju di pedala
man pulau papua pada tahun 1623 akan tetapi ekspedisi untuk menggapai puncak tersebut baru dimulai tahun 1907 dan karena medan dan tantangan alam yang begitu berat baru bisa ditaklukkan sekitar tahun 1940. Carstensz Pyramid berada di ketinggian 4884 mdpl dan bagian dari pegunungan Jayawijaya. Jalur yang paling sering didaki ialah dari celah utara sedangakan dari selatan sangat jarang didaki. Tim Mapala UI yang salah satunya adalah Norman Edwin adalah tim pertama yang merintis jalur selatan Carstensz.


6. Puncak Vinson Massif (Antartika)
Puncak paling tinggi di benua antartika yang memiliki ketinggian 4877. Walau memiliki ketinggian paling rendah dari enam puncak lainya Vinson Massif memberikan ta
ntangan suhu yang ekstrim dimana puncak tersebut berada di iklim kutub sehingga memerlukkan persiapan yang berbeda untuk mendaki enam gunung lainya.


7. Puncak Everest (Asia/Dunia)
Puncak tertinggi dunia dengan ketinggian 8.848 mdpl. Berada di utara India tepatnya di wilayah negara Nepal. Everest merupakan bagian Pegunungan Himalaya yang terbentuk karena pertemua 2 lempeng benua yaitu india dan lempeng Eurasia. Pergerakan Lempeng ini terus aktif sehingga kemungkinan Puncak Everest akan terus bertambah. Pendaki pertama everest masih dipert
anyakan tapi sampai saat ini Edmund Hillary lah yang tercatat sebagai pendaki perta pada tahun 1953. Di Nepal gunung ini disebut Sagarmatha yang artinya "Dahi Langit" . Nama Everest diambil dari Sir Geogre Everest .


sumber :
- Catatan perjalanan Norman Edwin
- Wikipedia
Pagi tanggal 30 Oktober terkejut saya melihat pohon, atap, jalanan semua tampak putih. Ternyata dini hari telah terjadi hujan abu vulkanik dari Gunung Merapi yang selama minggu ini kegiatan vulkaniknya terus meningkat.

Mitologi Sang Merapi

Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan wajah dari kehidupan masyarakat yang bijak dimana dalam kehidupanya tak lepas dari adat, religi dan kearifan loka
l masyarakat itu sendiri. Walau sekarang Yogyakarta diserbu para pendatang seperti saya ini, warga aslinya sendiri merupakan masyarakat terbuka yang masih tetap bisa mempertahankan karakter sebagai masyarakat jawa yang taat akan adat istiadat. Rakyat Jogja memiliki suatu kepercayaan yang kuat terhadap Gunung Merapi, Keraton, dan laut selatan yang membentuk suatu garis imajiner religi. Garis Imajiner inilah yang menjadi pusat ritual adat dan kepercayaan mereka.

Gunung Merapi (2980 mdpl) menjadi batas utara geografis provinsi DIY juga merupakan bagian kabupaten Boyolali di utara dan bagian baratnya adalah kabupaten
Magelang. Untuk mencapai puncak Gunung Merapi ada 3 jalur yang dikenal yaitu Selo, Kaliurang, dan Babadan. Melewati Selo adalah jalur paling aman karena medannya tidak terlalu sulit. Untuk jalur Kaliurang kita harus melewati desa Kinahrejo dimana merupakan kediaman Juru kunci Merapi Mbah Maridjan. Untuk jalur Kaliurang tidak semua pendaki boleh naik karena medanya sulit dan terkadang menjadi jalur muntahan vulkanik Gunung Merapi, hanya pendaki berpengalaman yang diperbolehkan naik jalur ini. Untuk jalur Babadan resmi ditutup tahun 2006 karena merupakan jalur "Wedhus gembel". Pendaki terakhir jalur ini adalah 2 pendaki asal Belanda yang ditemukan tewas akibat muntahan debu vulkanik



Gunung Merapi bisa dilihat hampir dari seluruh kota Jogja ini disebabkan interval elevasi yang jauh, Kota jogja berada di elevasi sekitar 100 - 200 mdpl sedangkan Gunung Merapi 2980 mdpl. Jadi jika anda di Kota Yogyakarta dan melihat gunung yang menjulang tinggi itulah Gunung Merapi dan anda sedang
menghadap ke utara.

Dilihat secara geologi Gunung merapi termasuk dalam pegunungan sirkum mediterania yang terbentuk karena zona subduksi antar lempeng benua indo-australia dan lempeng samudera hindia. Gunung Merapi termasuk gunung teraktif di dunia yang terus mengalami aktifitas vulkanisme. Hasil dari proses vulkanik gunung merapi dikenal dengan sebutan "Wedhus gembel" yaitu gelombang awan panas yang membawa material vulkanik dan bergerak dengan kecepatan tinggi sehingga menyapu semua benda yang dilewati. Awan panas ini terlihat bergulung - gulung dan tampak seperti bulu domba oleh karena itu disebut "wedhus gembel". Suhu "Wedhus gembel" mencapai 600- 800 derajat celcius dengan kecepatan 200 - 300 kilometer perjam tentu tak ada satupun mahluk hidup yang dapat bertahan di suhu tersebut.

Tapi bagi masyrakat jawa sendiri khususnya Yogyakarta Gunung Merapi bukanlah hanya sekedar batas utara Provinsi Yogyakarta tapi lebih dari itu Gunung Merapi suatu simbol religi dimana dalam konteks keraton, Merapi disimbolkan sebagai laki-laki yang bersanding dengan Laut selatan sebagai simbol perempuan. Dalam garis imajiner religi masyarakat jawa, keraton yang berada diantaranya menjadi poros keseimbangan dua kekuatan alam yang dahsyat ini sekaligus menyimbolkan kekuatan ilahi. Jika melihat dari berlangsung peradaban interaksi antara manusia dan Merapi sendiri paling tidak selama 13 abad yang diawali oleh Kerajaan Mataram. Selama kurun waktu tersebut manusia menjadi bagian dari Merapi
begitu juga sebaliknya sehingga munculnya suatu keselarasan.

Dalam menjelaskan kekuatan Merapi yang begitu dahsyat tentu beragam oleh karena itulah muncullah kepercayaaan dan hal yang berbau mistis. Nama-nama yang menjadi mitos merapi seperti Kiai Sapu Jagad, Empu Rahmadi, Krincing Wesi,dan Mbah Nyai Gadhung Melati dikenal sebagai mahluk gaib penunggu Merapi. Dampak - dampak terbaik dari hal tersebut adalah munculnya keselarasan dengan Merapi selama berabad - abad. Misalkan Mbah Nyai Gadhung Melati dikenal sebagai penjaga kehijauan yang apabila merusak alam berurusan dengan kemurkaan Merapi. Hal ini juga tampak di desa Turgo,Sleman salah satu desa di lereng Gunung Merapi dimana ada yang menebang pohon maka harus segera menggantikkan satu pohon yang baru. Ada pula tempat - tempat di lereng Merapi yang tidak boleh didatangi, dalam konteks kearifan lokal hal ini tentu menunjukkan adanya keselarasan dimana manusia tidak diperkenankan merusak alam. Masyrakat yang berada dalam daerah rawan bencana ini di dalam pengalamannya hidup bersama merapi mengembangkan kepekaan dalam membaca tanda - tanda alam untuk mengenali kebahayaan Merapi. Tanda - tanda alam tersebut misalnya perilaku tertentu dari hewan, perubahan suhu,atau tanda- tanda lingkungan lainya.




Semakin majunya peradaban manusia terkadang melunturkan suatu kearifan lokal masyrakat yang tertanam berabad- abad. Sehingga harapan keselarasan antara alam dan manusia terlupakan oleh ego manusia.


sumber:
- Kompas
- http://Mitos-Merapi.htm
- wikipedia

Oktober 25, 2010


Ekosistem Burung Indonesia terancam punah karena menyusutnya ruang terbuka hijau (RTH) akibat pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada berubahannya ekosistem menjadi kawasan perkotaan.

Hal ini disampaikan oleh Ria Saryanthi, Conservation Programer Manager Burung Indonesia atau yang dikenal Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia melalui email yang dikirimkannya kepada ANTARA News.

Ia mengemukakan hal itu dalam rangka memperingati Hari Habitat Dunia yang jatuh pada Senin pertama bulan Oktober setiap tahunnya yang telah ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ria menjelaskan, Hari Habitat Dunia menjadi kesempatan tahunan untuk melakukan refleksi, bagaimana kita menciptakan kota kita sebagai tempat yang lebih baik bagi semua. Mengenai ekosistem buru Indonesia yang terancam punah, dijelaskannya berkurangnya RTH tentunya membuat keberadaan burung terancam.

"Tidak mudah bagi burung untuk hidup di kawasan minim pepohonan karena pohon merupakan merupakan sumber kehidupan, tempat mencari makan, bersarang, dan berkembang biak. Begitupun dengan keberadaan sungai, kanal, atau danau yang belum tercemar dan ketersediaan pakan seperti ikan dan udang yang berlimpah. Hanya burung gereja yang masih umum ditemui di lingkungan padat penduduk," ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, kecilnya areal RTH serta letaknya yang berjauhan tanpa jalur penghubung membuat burung-burung yang hidup di dalamnya terisolasi. Akibatnya jumlah jenis dan populasi pun menyusut.

"Hoogerwerf, seorang naturalis dari Belanda, pada tahun 1948 mencatat, di Jakarta masih ditemukan 256 jenis burung. Namun, hasil survei sebuah LSM konservasi di Jakarta tahun 2006-2007 hanya menemukan 121 jenis burung, termasuk jenis burung pantai," ungkapnya.

Ia mengatakan, contoh utama RTH di Jakarta tahun 1992 yang seluas 1.235 ha berkurang menjadi 805 ha di tahun 2005. Idealnya, sebuah kota memiliki 30% wilayah hijau, sementara saat ini belantara beton di Jakarta hanya menyisakan 9% wilayah hijau.

Kondisi ini berbanding terbalik pada masa Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen (1618 - 1623), Batavia tempo dulu bukan hanya terkenal sebagai "Venesia dari Timur".

Oleh karena, menurut dia, kala itu Batavia juga memiliki kawasan ruang terbuka hijau sangat luas dan kekayaan ragam burungnya. Dalam perkembangannya, proses urbanisasi membuat ruang terbuka hijau kerap disulap menjadi perumahan, perkantoran, pusat perbelanjaan dan wilayah industri

Keberadaan burung di perkotaan merupakan indikator alami kebersihan dan mutu lingkungan. Secara sederhana, burung mandar atau raja udang tidak akan terlihat di daerah aliran sungai yang mengitari Jakarta karena airnya sudah tercemar.

Menurut Ria, jenis burung ini tidak sudi hidup di daerah yang telah tercemar karena pasti pakan mereka sudah tidak ada lagi. Berdasarkan indikator burung tersebut, sudah dapat tergambar seberapa parah pencemaran air di sungai-sungai maupun kanal-kanal di kota Jakarta.

"Selain itu, kicau burung memberikan nuansa alami yang menyehatkan jiwa raga," ujar Ria.

Diungkapkannya, hasil survei di enam kota besar di Jawa-Bali menunjukkan bahwa satu dari tiga rumah memelihara burung dalam sangkar, sementara Burung adalah salah satu hidupan liar yang mudah dijumpai di mana saja dan dapat ?diundang?.

Kawasan hunian yang dapat menyediakan cukup makan, minum dan tempat berlindung akan mengundang burung-burung untuk datang. Kawasan hunian dapat difungsikan sebagai habitat alami hidupan liar, yang memberikan nilai tambah bagi penghuni dan meningkatkan apresiasi kepada alam.

Menghadapi permasalahan tersebut, ujar Ria, sebagai lembaga nirlaba non pemerintah yang bergerak di bidang konservasi dan merupakan bagian dari kemitraan global Bird Life International. Burung Indonesia bekerja bersama masyarakat dalam upaya pelestarian jenis-jenis burung di Indonesia.

Upaya yang dilakukan adalah menciptakan konsep hunian yang lebih dari sekadar hijau harus dikedepankan, perancangan dan penataan kawasan sehingga lebih asri, alami dan kaya keragaman hayati. Perancangan kawasan dengan mempertimbangkan kaidah ekologis akan memungkinkan terciptanya habitat yang lebih baik dan mengundang kehadiran burung di sekitar.

"Burung-burung dan hidupan liar lainnya seperti kupu-kupu akan menjadi bagian dari kualitas hidup kita sehari-hari di kawasan hunian yang alami di tengah Jakarta," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, kehijauan yang saling menyambung ini tidak hanya bagus untuk burung tetapi juga baik bagi seluruh penghuni kota. Warga kota di negara tropis yang sehari-hari berjalan kaki, bersepeda, dan tak mengendarai kendaraan bermotor, sangat membutuhkan keteduhan.

"Keteduhan ini hanya bisa tercipta melalui kerindangan pohon. Kehijauan yang disenangi burung sebenarnya ikut dinikmati manusia. Pohon juga berfungsi menghisap atau menetralisir sebagian polutan dari udara. Dengan demikian, tata kota dan hunian ramah burung otomatis ramah manusia juga," ujarnya.

sumber : Antara

Oktober 23, 2010


Seorang pakar dari Conservation Breeding Specialist Group (CBSG) Kathy Traylor-Holzer, PhD mengungkapkan bahwa kemurnian genetik Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) tertinggi ada di lembaga konservasi "ex-situ" Taman Safari Indonesia.

Humas Taman Safari Indonesia Yulius H Suprihardo di Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat menjelaskan kepada ANTARA, pernyataan Kathy Traylor-Holzer itu disampaikan pada acara "Global Species Management System" untuk Harimau Sumatra yang diselenggarakan di Royal Safari Garden Hotel.

GSMP merupakan sebuah program penyelamatan spesies yang dicetuskan oleh WAZA (World Association Zoo and Aquarium).

Pada kegiatan itu, pakar CBSG tersebut mengatakan, dari lebih kurang 100 kebun binatang yang ada di Jepang, hanya empat kebun binatang saja yang memiliki Harimau Sumatra, itupun jumlahnya hanya tujuh ekor saja. Sementara di region Eropa terdapat 104 ekor Harimau Sumatra, kemudian berturut-turut di Region Amerika Utara terdapat 69 ekor, Australia 51 ekor dan di kebun binatang Indonesia terdapat 96 ekor.

Menurut Kathy Traylor-Holzer, Harimau Sumatra yang ada di Taman Safari Indonesia memiliki kemurnian genetik tertinggi yaitu mencapai 93,3 persen.

Di luar Indonesia, kata dia, kemurnian genetik untuk Harimau Sumatra tertinggi dipegang oleh region Amerika Utara yaitu sebesar 89,8 persen, selanjutnya Eropa dengan 86,9 persen, Australia 86,2 persen dan Jepang dengan 77,8 persen.

Menurut dia, kemurnian genetik sangat diperlukan untuk melindungi keberadaan Harimau Sumatra di kebun binatang.

Ia mengatakan, kemurnian yang ingin dicapai adalah minimal mencapai angka 90 persen.

"Jika keadaan ini dibiarkan saja, maka keberadaan Harimau Sumatra di kebun binatang seluruh dunia sangat terancam kepunahan. Untuk itu perlu diambil langkah dan program yang cepat serta tepat untuk mencegah penurunan kualitas genetik Harimau Sumatra di kebun binatang dunia," katanya.

Sementara itu, Koordinator Harimau Sumatra Drs Jansen Manansang, MSc, yang juga Presiden SEAZA (Asosiasi Kebun Binatang se-Asia Tenggara) menambahkan bahwa kemurnian genetik Harimau Sumatra yang dicapai oleh Taman Safari Indonesia dimungkinkan karena lembaga itu melakukan manajemen populasi Harimau Sumatra yang dilakukan secara ketat.

Ia mengatakan, setiap perkawinan oleh "studbook keeper" (pencatat silsilah) dicatat sehingga asal usul keturunannya jelas.

Selain itu, kata dia, beberapa Harimau Sumatra yang berada Taman Safari Indonesia merupakan harimau hasil "rescue" yang awalnya merupakan harimau konflik.

Harimau-harimau tersebut kondisinya sudah tidak dapat lagi dilepasliarkan sehingga keberadaannya masih sangat berarti untuk menjaga kemurnian genetik Harimau Sumatra yang berada di penangkaran, katanya.

Ia menambahkan, Taman Safari Indonesia dengan senang hati membatu pemurnian genetik Harimau Sumatra yang ada di kebun binatang di seluruh dunia, tetapi harimau yang akan dikirim haruslah memenuhi perizinan yang diatur oleh perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Selain itu, Harimau Sumatra yang dikirim haruslah harimau yang berasal dari penangkaran bukan harimau yang langsung dari alam.

Menurut dia, hendaknya bantuan pemurnian genetik ini dikemas dalam sebuah kerja sama antarkawasan atau kebun binatang sedunia, sehingga kebutuhan masing-masing kebun binatang dapat teridentifikasi dengan jelas.

Sumber : Antara

Oktober 21, 2010


Lapisan ozon adalah lapisan di atmosfer pada ketinggian 19 – 48 km (12 – 30 mil) di atas permukaan Bumi yang mengandung molekul-molekul ozon. Konsentrasi ozon di lapisan ini mencapai 10 ppm dan terbentuk akibat pengaruh sinar ultraviolet Matahari terhadap molekul-molekul oksigen. Peristiwa ini telah terjadi sejak berjuta-juta tahun yang lalu, tetapi campuran molekul-molekul nitrogen yang muncul di atmosfer menjaga konsentrasi ozon relatif stabil.

Sebuah laporan baru menunjukkan bahwa upaya dunia untuk menghentikan penghancuran lapisan ozon telah berhasil. Penelitian yang dilakukan oleh 300 ilmuwan juga memndukung hal ini dimana dampak negatif bagi iklim bumi telah berkurang, dan juga dampak dari perubahan iklim yang dipengaruhi oleh lapisan ozon dampaknya mulai berkurang.

Hari Internasional PBB untuk Pelestarian Lapisan Ozon pada September 16 adalah untuk memperingati tanggal tanda tangan pada tahun 1987 dari Protokol Montreal mengenai Bahan yang Merusak Lapisan Ozon. Perjanjian internasional ini bertujuan untuk melindungi lapisan ozon dengan phasing out penggunaan zat berbahaya seperti chlorofluorocarbons (CFC) diyakini bertanggung jawab atas penipisan ozon dan memberikan kontribusi bagi efek rumah kaca. Laporan ini menegaskan kembali bahwa Protokol Montreal adalah bekerja, “Ini telah melindungi lapisan ozon stratosfir dari tingkat yang jauh lebih besar dari penurunan oleh phasing out produksi dan konsumsi lapisan ozon.”

“Masalah-lubang ozon menunjukkan pentingnya pemantauan atmosfer jangka panjang dan penelitian, tanpa penelitian dan pemantauan secara periodik kerusakan ozon yang akan terus berlanjut dan tidak mungkin telah terdeteksi sampai kerusakan serius lebih jelas,” kata Sekretaris Jenderal WMO Michel Jarraud. “Tanpa Protokol Montreal dan Konvensi Wina terkait dengan tingkat atmosfer ozon-depleting zat dapat naik sepuluh kali lipat pada tahun 2050. Hal ini pada gilirannya dapat menyebabkan sampai dua puluh juta lebih banyak kasus kanker kulit dan seratus tiga puluh juta lebih kasus katarak mata, tidak berbicara tentang kerusakan pada sistem kekebalan tubuh manusia, satwa liar dan pertanian, “tambah Achim Steiner.

Laporan tersebut, update komprehensif pertama dalam empat tahun, diterbitkan oleh Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) dan United Nations Environment Programme (UNEP). Ringkasan eksekutif Penilaian Ilmiah Penipisan Ozon 2010 akan diajukan oleh Panel Ilmiah Penilaian pada pertemuan tahunan berikutnya Protokol Montreal, yang akan diadakan di Kampala, Uganda, 8-12 November 2010.

Pada Tahun 2045 lapisan atmospher akan kembali ke keadaan normal jika dunia mempertahankan kerja keras selama ini.

Oktober 19, 2010



Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi memprediksi situasi energi di Indonesia pasca 2030 sangat memprihatinkan. Saat itu Indonesia sudah menjadi negara pengimpor energi.

"Pasca 2030 Indonesia diperkirakan sudah menjadi negara pengimpor energi karena produksi energi Indonesia yang sudah tak mampu lagi memenuhi konsumsi dalam negeri," kata Kepala BPPT Dr Marzan A Iskandar pada peluncuran Buku "Outlook Energi Indonesia 2010" oleh Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi BPPT di Jakarta, Jumat.

Pasca 2030 seperti diuraikan buku setebal 229 halaman itu, lanjut dia, batubara akan menjadi sumber energi utama bagi Indonesia dengan tingkat produksi batubara mencapai sedikitnya 517 juta ton per tahun.

Cadangan batubara Indonesia hanya akan mencukupi hingga 20 tahun kemudian (sampai 2050).

Sementara itu, minyak bumi pasca 2030 akan mengalami defisit mencapai 650 juta setara barel minyak yang hanya ditutupi oleh impor, sedangkan untuk LPG, Indonesia juga diprediksi akan mengimpor hingga 70 persen dari kebutuhannya yang mencapai 10 juta ton.

"Prediksi dalam buku ini didasarkan fakta yang ada saat ini. Karena itu jika ada perubahan seperti temuan cadangan bahan bakar fosil baru atau PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) jadi dibangun, maka prediksi juga akan berubah," katanya.

Sementara itu, Deputi bidang Teknologi Informasi, Energi, dan Material BPPT, Dr Unggul Priyanto, mengatakan, buku tersebut juga menguraikan secara detil mengenai permasalahan kelistrikan di Indonesia, mulai dari produksi listrik hingga pada infrastruktur pembangkit listrik.

"Pada 2030 nanti Indonesia menghasilkan listrik hingga mencapai 687 Twh atau tumbuh 7,3 persen dari produksi 2009 yang mencapai 157 Twh dimana batubara akan menjadi bahan baku utama yang dominan sebagai pembangkit listrik dengan pangsa 45 persen," katanya.


Ia mengakui, dengan digunakannya batubara secara dominan, total emisi CO2 pada 2030 menjadi cukup tinggi, diperkirakan mencapai 1,2 miliar ton, di mana batubara menyumbang emisi CO2 hingga 844 juta ton atau 67 persen dari total energi pada 2030.

Energi alternatif yang sangat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai listrik menurut dia, adalah panas bumi yang akan naik secara signifikan dengan pangsa sekitar 13 persen (16 GW) meski 85 persennya berada di Jawa-Bali dan pembangkit listrik berbasis sampah rumah tangga (biomassa) yang pangsanya 0,2 persen.

sumber : antara

Oktober 17, 2010



Pemerintah Indonesia memiliki potensi lahan gambut sekitar 20,1 juta hektare yang dapat ditawarkan dalam perdagangan karbon untuk menanggulangi perubahan iklim dan pemanasan global.

"Indonesia memiliki potensi sekitar 20,1 juta hektare lahan gambut yang bisa ditawarkan," kata Asisten Deputi Pengendalian Kerusakan Sungai dan Danau Kementerian Lingkungan Hidup Antono Deddy Radiansyah di Pekanbaru, Senin.

Antono mengatakan hal itu di sela "Workshop on Options for Carbon Financing to Support Peatland Management" yang digelar Sekretariat ASEAN bersama KLH dan Pemprov Riau.

Acara itu berlangsung mulai 4 hingga 6 Oktober 2010, dan dihadiri lebih dari 100 partisipan dari 15 negara termasuk di dalamnya wakil pemerintah, negara donor, sejumlah LSM lingkungan internasional, serta dunia usaha yang kerap dituding sebagai perusak hutan seperti APRIL dan APP.

Ia menjelaskan potensi lahan gambut Indonesia berada pada urutan ke empat terbesar di dunia setelah Rusia, Kanada, dan Amerika Serikat. Area lahan gambut dengan kedalaman minimal 50 centimeter itu tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan Jawa.

"Lahan gambut itu berada di hutan lindung, kawasan lindung gambut, dan budi daya gambut," katanya.

Menurut dia, 20 hektare gambut tersebut akan ditawarkan Indonesia melalui pola manajemen hutan dan lahan yang berkelanjutan, serta merehabilitasi lahan gambut yang rusak. Dengan itu, pemerintah berharap negara maju bersedia menjadi pendonor untuk perlindungan gambut yang dapat mengurangi pelepasan emisi karbon.

"Di luasan 20,1 juta hektare itu juga terdapat sekitar tiga juta hektare lahan gambut yang rusak dan membutuhkan rehabilitasi," ujarnya.


Selain itu, ia juga mengatakan sekitar 10 juta hektare dari luasan vegetasi di lahan gambut dengan nilai konservasi tinggi akan tetap dilindungi kelestariannya dan tidak akan diberikan izin untuk perubahan fungsi menjadi perkebunan dan lainnya.

Sebagai pilot project pemerintah akan lebih mengutamakan lahan gambut di Semenanjung Kampar seluas 700 ribu hektare untuk ditawarkan kepada pihak Norwegia dalam bentuk moratorium konversi lahan hutan pada 1 Januari 2011.

Salah satu upaya untuk menunjang keberhasilan itu adalah perlunya metoda penghitungan emisi gas rumah kaca di lahan gambut agar dapat terukur, terlaporkan dan terverifikasi.

sumber : antara
 
© 2012. Design by Main-Blogger - Blogger Template and Blogging Stuff