Maret 07, 2011

Masyarakat suku adat Baduy

Tidak ada komentar:
 

Masyarakat yang masih menganggap luhur nilai kearifan tradisional, yang selalalu mengedepankan kesetimbangan antara kebutuhan mental spiritual dan fisik material.

Keseimbangan mereka terapkan pada setiap orang dan harus dilakukan setiap hari, Cinta kepada Pencipta, cinta pada Alam lingkungan dan cinta pada sesama manusia.Walaupun masyarakat adat ini telah berinteraksi dengan masyarakat luar adat mereka selama 150 tahun, tetapi tetap setia pada nilai kearifan tradisional yang mereka anut.

Filosofi cinta mereka kepada pencipta yaitu dengan ngabaratapakeun – ngabaratanghikeun (meng hayati dan mengamalkan) titipan dari Adam Tunggal; yaitu dengan mengadakan beberapa upacara adat ritual yang mengakui eksistensi keberadaan sang pencipta. Cinta kepada lingkungan Dengan pemahaman filosofi “ Lojor teu meunang dipotong, pondok teu meunang di sambung “ (panjang tidak boleh dipotong, pendek tidak boleh disambung, yang dianut oleh masyarakat adat Baduy, arti dari filosofi tersebut lebih mengingatkan pada manusia untuk tidak melawan hukum alam dan selalu tunduk dan bertasbih sebagaimana mahluk tuhan lain dan jagat raya, dan melalui upaya menjaga kelestarian lingkungan alamnya.

Homo hominus socius bukan hanya jargon semata tapi istilah ini mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka, dengan selalu menjalin hubungan silaturahmi, menjauhi sifat kekerasan. Bahkan bila hutan larangan mereka dirusak oleh masyarakat di luar masyarakat adat masyarakat Baduy ini tidak main hakim sendiri, mereka melaporkan hal ini pada pihak pemerintah (Pengurus Kabupaten setempat) alangkah malunya masyarakat kota yang konon katanya terpelajar dan beradab, tetapi dalam kenyataannya masih ada yang kurang ajar dan tak biadab.

Keasrian dan keindahan alam baduy dilengkapi pila oleh rasa kebersamaan mereka, bila kita masuk ke daerah baduy dalam sepanjang jalan antara kempung ada beberapa rumah yang terletak diluar perkampunyan, manakala kita masuk ke halaman rumah tersebut di amben (teras rumah bamboo) kita akan menemukan buah2an dan kendi yang berisi air dan itu boleh dimakan oleh siapapun yang lewat dan memerlukan itu. Alangkah luhurnya budi mereka yang selalu menanamkan rasa kasih, sayang dan hormat pada sesama mahluk Allah…

Nu keur sono jarambah . . .

# Deni Rahadian 06032011- 22 : 25 #

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
© 2012. Design by Main-Blogger - Blogger Template and Blogging Stuff